Pengeplakan Material Tumbuhan

  1. Material tumbuhan yang telah kering diatur di atas kertas plak bebas asam berukuran 43 x 30 cm.
  2. Semua bagian material tumbuhan harus berada dalam satu halaman kertas plak, posisinya diatur seimbang dan tidak melebihi tepi kertas plak.gambar-no-2
  3. Jika material tumbuhan berukuran besar, maka dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan diletakkan di kertas yang berbeda.gambar-no-3-1
  4. Material tumbuhan yang akan diplak terdiri dari organ vegetatif (batang, daun, kuncup daun) dan generatif (bunga, buah), di mana bagian-bagian tersebut harus terlihat jelas.
  5. Material tumbuhan yang diplak harus sesuai dengan bentuk alaminya, misal bagian akar selalu diletakkan di bagian bawah.gambar-no-5
  6. Jika material tumbuhan berukuran kecil, maka ditempatkan pada berbagai posisi, tidak ditempatkan di bagian tengah kertas saja.gambar-no-6
  7. Bagian material tumbuhan yang berkayu dijahit dengan menggunakan benang kasur atau benang ban , dengan bagian simpul terletak di bagian atas.gambar-no-7
  8. Bagian material tumbuhan yang tidak berkayu diplak menggunakan selotip kertas yang telah dipotong dengan lebar 0.5 cm.
  9. Pada saat menempelkan selotip kertas, selotip ditekan di dekat kedua sisi kanan dan kiri material, agar material tumbuhan tidak goyah.gambar-no-9
  10. Bagian bunga dan buah sebaiknya tidak ditempel dengan selotip.gambar-no-10bgambar-no-10a
  11. Label spesimen ditempel pada bagian pojok kanan bawah dari kertas plak.
  12. Label ditempel menggunakan lem kayu.
  13. Bagian label yang diberi lem hanya bagian kanan belakang.

Referensi:

Djarwaningsih, T., Sunarti, S., Kramadibrata, K. 2002. Panduan Pengolahan dan Pengelolaan Material Herbarium serta Pengendalian Hama Terpadu di Herbarium Bogoriense. Bogor: Herbarium Bogoriense-Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi, LIPI.

Berita Terkait